DINKESDA DEMAK PERKUAT EVALUASI PROGRAM SBBL UNTUK OPTIMALKAN DETEKSI DINI BAYI BARU LAHIR

Evaluasi SBBL di Kabupaten Demak menjadi langkah penting untuk memastikan proses skrining bayi baru lahir berjalan sesuai standar, didukung pengambilan sampel yang tepat serta pencatatan dan pelaporan yang tertib demi memperkuat deteksi dini sejak awal kehidupan.
Dinkesda_Demak bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Program Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL) di Kabupaten Demak, Rabu (30/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Puskesmas Wonosalam II.
Kegiatan diikuti dr. Zakiyah dari Kementerian Kesehatan RI, Tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Kesga Gizi Dinkesda, Kepala Puskesmas Wonosalam II beserta tim. Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan SBBL di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya proses pengambilan sampel serta pencatatan dan pelaporan kegiatan.
SBBL merupakan pemeriksaan awal pada bayi baru lahir untuk mendeteksi kondisi kesehatan yang belum tentu terlihat secara klinis. Kementerian Kesehatan mencantumkan sejumlah jenis skrining dalam layanan bayi baru lahir, termasuk Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Skrining Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK), G6PD, serta Skrining Penyakit Jantung Bawaan Kritis.
Dalam evaluasi tersebut, tim melakukan peninjauan terhadap proses pengambilan sampel darah bayi, termasuk kesesuaian tahapan pelaksanaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan dan pengelolaan sampel yang tepat menjadi bagian penting agar proses skrining dapat berjalan optimal dan hasilnya dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan SBBL di Kabupaten Demak berjalan sesuai standar, mulai dari proses pengambilan sampel sampai pencatatan dan pelaporan. Kami ingin memastikan setiap tahapan dapat dilaksanakan secara konsisten oleh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Tim Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak.
Selain aspek teknis, evaluasi juga menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan pelaksanaan SBBL melalui aplikasi ASIK. Data yang tercatat dengan baik diperlukan untuk mendukung pemantauan cakupan layanan, evaluasi pelaksanaan program, serta tindak lanjut terhadap hasil skrining bayi baru lahir.
“Kolaborasi antara Dinkesda, Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Kesehatan dan Puskesmas menjadi kunci untuk memperkuat kualitas pelaksanaan SBBL. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan sehingga layanan skrining bayi baru lahir semakin optimal dan mampu mendukung deteksi dini sejak awal kehidupan,” tambah Tim Pelaksana.
Melalui evaluasi dan kunjungan lapangan di Puskesmas Wonosalam II, Dinkesda Demak terus mendorong penguatan layanan kesehatan bayi baru lahir sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berkualitas dan berkesinambungan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #SBBL #SkriningBayiBaruLahir #CKG #DeteksiDini #KesehatanIbuAnak #KesgaGizi #DinkesDemak

























