ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI KEBONAGUNG PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Deteksi TBC semakin diperkuat melalui ACF terintegrasi CKG dengan X-Ray Portable di Puskesmas Kebonagung. Sebanyak 100 orang dari kontak dan kelompok berisiko menjalani skrining, 17 terduga TBC ditindaklanjuti, dan 30 orang memulai TPT sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan.
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Timja P2PM dan PL, Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Puskesmas Kebonagung, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB ini bertujuan memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif melalui penelusuran kasus indeks, skrining kontak serumah dan kontak erat, serta pemeriksaan terhadap populasi atau kelompok berisiko. Pelaksanaan melibatkan Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas dan tim Puskesmas Kebonagung, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan PARI, serta kader MSI TBC Demak.
Sebanyak 17 kasus indeks TBC dilakukan tracing. Dari penelusuran tersebut berhasil diidentifikasi dan diskrining 55 kontak serumah maupun kontak erat. Selain itu, sebanyak 45 orang dari populasi atau kelompok berisiko turut mendapatkan skrining. Seluruh kontak dan kelompok berisiko tersebut menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable sebagai bagian dari deteksi dini.
Hasil skrining menemukan 15 terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 2 terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Sebanyak 17 terduga kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan TBC. Dari hasil pemeriksaan radiologi, terdapat 15 orang yang hasil X-Ray-nya mengarah ke TBC dan memerlukan tindak lanjut sesuai prosedur.
“Pendekatan ACF memungkinkan penemuan terduga TBC dilakukan secara lebih aktif, terutama pada kontak dan kelompok yang memiliki risiko. Pemeriksaan dengan X-Ray Portable membantu mempercepat proses skrining sehingga masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Tim TBC Dinkesda Demak.
Selain penemuan terduga, kegiatan juga memperkuat upaya pencegahan melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sebanyak 30 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai TPT sesuai hasil penilaian dan ketentuan pelayanan.
“Penanganan TBC tidak hanya berfokus pada menemukan dan mengobati kasus, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru. Karena itu, tracing kontak, skrining, pemeriksaan lanjutan, dan pemberian TPT menjadi rangkaian penting dalam memutus mata rantai penularan,” ungkap Tim Pelaksana Program TBC.
Melalui integrasi ACF TBC dengan CKG dan dukungan pemeriksaan X-Ray Portable, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus secara dini, memastikan tindak lanjut terhadap terduga, serta memperluas upaya pencegahan TBC di masyarakat. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACFTBC #ActiveCaseFinding #CKG #XRayPortable #TracingTBC #TPT #P2P #DemakSehat























