Dinkesda Demak Perkuat Intervensi Remaja melalui Pertemuan Renval Program 2025–2026
Dinkesda_Demak – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Demak melalui intervensi pada kelompok remaja, khususnya remaja putri. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Rencana Evaluasi (Renval) Program Remaja pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 08.00–11.00 WIB di Ruang Eks Keuangan Dinkesda.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi, 27 programmer dari puskesmas se-Kabupaten Demak, dua perwakilan Karang Taruna, serta Tim Kesga Gizi.
Kegiatan renval dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan indikator intervensi spesifik percepatan dan penurunan stunting, terutama skrining anemia pada remaja putri serta konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Selain itu, forum ini menjadi sarana penyamaan persepsi terkait sistem pencatatan, pelaporan, dan pengembangan pelayanan remaja melalui inovasi PRASASTI (Pelayanan Remaja Masa Kini).
Dalam konsep PRASASTI, pelayanan menyasar remaja usia 10–18 tahun melalui mekanisme posyandu 5 meja yang diperkaya dengan skrining anemia dan pemberian TTD bagi remaja putri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Demak menegaskan bahwa fase remaja merupakan periode kunci untuk memutus rantai stunting di masa mendatang.
“Jika remaja putri sehat dan bebas anemia, maka kualitas kehamilan di masa depan juga akan lebih baik. Karena itu skrining anemia dan kepatuhan minum TTD menjadi prioritas yang harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan logistik, namun juga oleh kedisiplinan pencatatan, pelaporan, dan monitoring yang rutin.
Sementara itu, perwakilan programmer puskesmas menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan kejelasan arah sekaligus memperkuat koordinasi lintas pihak.
“Melalui renval ini kami mendapatkan panduan yang sama terkait pelaksanaan PRASASTI, termasuk bagaimana memantau kepatuhan minum TTD dan memastikan stok selalu tersedia. Ini sangat membantu kerja kami di lapangan,” ungkapnya.
Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain peningkatan komitmen bersama dalam pengaktifan inovasi GRABDABU, pelaksanaan monitoring dan evaluasi kualitas kepatuhan konsumsi TTD bagi remaja putri, penyusunan renval rutin minimal tiga bulan sekali oleh masing-masing programmer, serta pengecekan berkala terhadap ketersediaan dan masa kedaluwarsa TTD.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap pembinaan kesehatan remaja semakin optimal sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan siap menyongsong masa depan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Kesga Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
Pertemuan Rencana Evaluasi Program Remaja Dinkesda Kabupaten Demak di Ruang Eks Keuangan, membahas penguatan skrining anemia, kepatuhan konsumsi TTD, serta implementasi inovasi PRASASTI bagi remaja usia 10–18 tahun.
#DinkesdaDemak #ProgramRemaja #PRASASTI #GRABDABU #CegahAnemia #RemajaSehat #PercepatanStunting #DemakSehat


















