Lintas Sektor Bersatu, Demak Percepat Penemuan Kasus Menuju Eliminasi TBC 2030
Dinkesda_Demak , 9 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan Daerah menggelar Pertemuan Percepatan Penemuan Kasus Tuberkulosis (TBC) dan Penguatan Peran Lintas Sektor/Program di Gradhika Bina Praja, Kamis (9/4). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030.
Pertemuan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, jajaran pejabat struktural Dinkesda, Tim P2PM & PL, seluruh kepala puskesmas dan programmer TB, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Demak, dan mitra MSI TBC.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC. Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak memberikan arahan bahwa program TBC menjadi prioritas nasional yang dinilai melalui empat indikator utama, yaitu penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, angka kesembuhan, serta pemberian terapi pencegahan TBC.
Dalam pemaparan materi, Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak menjelaskan berbagai strategi percepatan, di antaranya pelaksanaan Active Case Finding (ACF) dengan dukungan X-ray portable, penguatan Desa Siaga TBC, pembaruan Surat Keputusan Tim Percepatan TBC, serta perluasan jejaring layanan melalui klinik dan Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD).
Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan bedah regulasi terkait Desa Siaga TBC dan Tim Percepatan TBC oleh Ketua Tim P2PM & PL, guna menyamakan persepsi dan memperkuat implementasi di tingkat desa dan kecamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak dalam sambutannya menegaskan bahwa eliminasi TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Perlu dukungan lintas sektor agar penemuan kasus bisa lebih masif dan penanganan lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam percepatan program. “Kami terus mendorong penguatan jejaring layanan dan pendekatan aktif ke masyarakat agar kasus TBC dapat ditemukan lebih dini dan segera ditangani,” ungkapnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam percepatan penanggulangan TBC, sehingga target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai secara optimal di Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
























