Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan, Dinkesda Demak Perkuat Perlindungan Kesehatan Pekerja Sektor Maritim

Dinkesda_Demak – Upaya peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja nelayan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dalam Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan yang diselenggarakan pada Jum’at, 30 Januari 2025, bertempat di Balai Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, serta Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan dan pelayanan rujukan.
Festival ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, jajaran Dinkesda Kabupaten Demak, pimpinan puskesmas wilayah pesisir, manajemen rumah sakit rujukan, unsur pemerintah kecamatan, mitra swasta, serta nelayan dan keluarga nelayan dari Kecamatan Bonang dan Wedung sebagai sasaran utama kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkesda Kabupaten Demak melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan SPELING (Layanan Dokter Spesialis Keliling) sebagai bentuk pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat pesisir.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkesda Kabupaten Demak Dian Arisanti, S.Si.Apt, MH.Kes. menyampaikan bahwa nelayan merupakan kelompok pekerja dengan risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi, hingga memerlukan perhatian khusus.“Melalui Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan ini, kami ingin memastikan para nelayan dan keluarganya mendapatkan layanan kesehatan komprehensif, mulai dari deteksi dini penyakit, pemeriksaan spesialistik, hingga rujukan apabila diperlukan. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan pekerja sektor maritim,” jelasnya.
Kegiatan ini menargetkan 250 orang sasaran, dengan capaian kehadiran 180 orang, dan seluruh peserta yang hadir mendapatkan layanan CKG sebanyak 180 orang. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam, anak, paru, obgyn, serta pemeriksaan penunjang berupa X-Ray.
Hasil pemeriksaan menunjukkan ditemukannya beberapa kasus penyakit tidak menular dan penyakit lainnya, antara lain hipertensi, diabetes melitus, ISPA, serta efusi pleura yang memerlukan tindak lanjut rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan.
Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan perlindungan nelayan. “Nelayan adalah tulang punggung sektor kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas. Sinergi dengan Dinas Kesehatan ini sangat penting agar nelayan tetap produktif, sehat, dan terlindungi,” ujarnya.
Selain layanan kesehatan, kegiatan festival ini juga menjadi sarana edukasi kepada nelayan dan keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan, mengenali faktor risiko penyakit, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara optimal.
Melalui Festival Kesehatan dan Keselamatan Nelayan ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap terbangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan kerja nelayan, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam memberikan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (Kesmas_Promkes PM)


















