PSC 119 Demak Lakukan Pemulasaran Jenazah B20 Sesuai Prosedur Pengendalian Infeksi

Dinkesda_Demak — Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan dengan melakukan pemulasaran jenazah kategori B20 di wilayah Guntur, Kabupaten Demak, Senin (26/1/2026).
Laporan diterima PSC 119 pada pukul 17.00 WIB dari Konselor HIV Puskesmas Guntur I, terkait seorang pasien B20 yang meninggal dunia di rumah duka dan membutuhkan bantuan pemulasaran jenazah sesuai standar pengendalian infeksi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PSC 119 bergerak cepat menuju lokasi dengan response time sekitar tiga menit.
Setibanya di lokasi, tim melakukan pemulasaran jenazah sesuai prosedur tetap (protap) yang berlaku untuk kasus infeksius, dengan memperhatikan aspek keselamatan petugas, keluarga, serta lingkungan sekitar. Proses pemulasaran berjalan lancar dan terkondisikan pada pukul 18.10 WIB.
Petugas PSC 119 Kabupaten Demak, H. Muhammad Tamzir, SST, S.Kep., Ns., MM, menyampaikan bahwa penanganan jenazah kategori infeksius dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Pemulasaran jenazah B20 kami lakukan sesuai protokol pengendalian infeksi. Selain melindungi petugas dan masyarakat, kami juga memastikan proses berjalan dengan hormat dan humanis bagi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.
Konselor HIV Puskesmas Guntur I menambahkan bahwa dukungan PSC 119 sangat membantu dalam penanganan kasus kematian pasien dengan penyakit infeksius.
“Kami mengapresiasi respons cepat PSC 119 Kabupaten Demak. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pemulasaran jenazah dilakukan secara aman, sesuai prosedur, dan tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, PSC 119 melibatkan unsur tenaga kesehatan, rumah sakit, serta konselor HIV, dan menggunakan mobil operasional PSC 119 Kabupaten Demak untuk mendukung kelancaran pelayanan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran PSC 119 Kabupaten Demak dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan dan kemanusiaan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan, sekaligus mendukung upaya pengendalian penyakit infeksius di masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)


















