Dinkesda Demak Lakukan Kaji Tiru ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Upaya Tingkatkan Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Kabupaten Demak

Dinkesda_Demak– PEKALONGAN – Dalam rangka memperkuat strategi percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan Kaji Tiru Penurunan Kasus Stunting ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinkes Kabupaten Pekalongan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Ketua Tim Kesga Gizi, serta tim teknis dari Dinkes Kabupaten Pekalongan. Dari Kabupaten Demak, turut hadir Kepala Bidang Kesmas, Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Penyakit Menular, Programmer Imunisasi, Ketua Tim Kefarmasian Alkes dan PKRT, Programmer Farmasi, dua programmer gizi Puskesmas, serta Tim Kesmas Dinkesda Demak.
Kabupaten Pekalongan dipilih sebagai lokasi kaji tiru karena berhasil menurunkan prevalensi stunting secara signifikan hingga mencapai 9,1 persen berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, menjadikannya daerah dengan penurunan stunting tertinggi di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kabupaten Demak pada periode yang sama mengalami peningkatan prevalensi stunting dari 9,5 persen menjadi 10 persen. Kondisi ini menjadi motivasi kuat bagi Dinkesda Demak untuk mempelajari langkah-langkah efektif yang telah dilakukan oleh Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Sri Puji Astutik, SKM, M.Kes Kabid Kesmas Dinkesda Demak menyampaikan bahwa kegiatan kaji tiru ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi program penurunan stunting lintas sektor, terutama melalui penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif di tingkat keluarga, posyandu, serta pelayanan kesehatan dasar.
“Kami ingin belajar secara langsung strategi dan inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Pekalongan, mulai dari tata kelola program, sinergi lintas sektor, hingga mekanisme monitoring evaluasi yang terbukti berhasil menurunkan angka stunting secara nyata,” ujar Sri Puji Astutik, SKM, M.Kes Kepala Bidang Kesmas Dinkesda Demak.
Selama kegiatan berlangsung, kedua daerah saling berdiskusi mengenai kebijakan, strategi lapangan, serta penggunaan data by name by address untuk intervensi gizi dan surveilans pertumbuhan anak.
Melalui hasil kaji tiru ini, Dinkesda Demak berharap dapat mengadaptasi praktik terbaik (best practice) yang diterapkan di Kabupaten Pekalongan untuk memperkuat program intervensi di tingkat Puskesmas dan Posyandu, sehingga prevalensi stunting di Kabupaten Demak dapat kembali menurun pada tahun 2026 mendatang. (Kesmas_Promkes PM)


















