Perkuat Kompetensi Nakes, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Lanjutkan Praktek Kalakarya MTBS Hari Kedua Tenaga Kesehatan Diasah Tangani Balita Sakit Secara Tepat dan Terpadu

Dinkesda_Demak , 8 Oktober 2025 — Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak. Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) bersama Tim Kesga_Gizi, kegiatan Praktek Kalakarya MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) hari kedua kembali digelar serentak di lima Puskesmas: Demak 2, Demak 3, Bonang 2, Wedung 2, dan Mranggen 2.
Kegiatan yang melibatkan Tim MTBS dari masing-masing puskesmas ini merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya yang difokuskan pada teori dan simulasi. Pada hari kedua ini, peserta langsung melakukan praktek lapangan dan studi kasus nyata terhadap balita yang datang berobat ke puskesmas.
Menurut Ketua Tim Kesga_Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Nurul Ari Windarti, S.Si.T, M.Kes. , kegiatan ini merupakan bagian penting dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan agar mampu melakukan penilaian, klasifikasi, serta tata laksana penyakit balita secara menyeluruh dan berbasis evidensi.
“Kegiatan Kalakarya MTBS ini tidak sekadar pelatihan, tapi juga pembinaan berkelanjutan agar tenaga kesehatan lebih tanggap dan terampil dalam mengenali gejala penyakit balita serta menentukan langkah intervensi yang cepat dan tepat,” ungkap Andrig Ariyani, S.Tr.Keb. dalam arahannya.
Melalui kegiatan ini, petugas puskesmas dilatih untuk menangani berbagai kasus umum pada balita seperti diare, pneumonia, demam, gizi buruk, dan infeksi telinga, sesuai dengan pedoman nasional MTBS yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Pada sesi praktek, setiap tim melakukan pendampingan langsung kepada petugas puskesmas dalam menilai kondisi balita berdasarkan indikator klinis dan gejala yang ditampilkan. Peserta juga berdiskusi tentang cara komunikasi efektif kepada orang tua pasien, serta tata cara pencatatan hasil penilaian di lembar MTBS.
“Melalui metode praktek langsung, peserta dapat memahami alur pemeriksaan, pengambilan keputusan klinis, hingga pemberian edukasi kepada orang tua pasien. Ini penting untuk memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai standar,” jelas Andrig
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat pelaksanaan MTBS di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Demak. Dengan tenaga kesehatan yang semakin terlatih, angka kesakitan dan kematian balita diharapkan dapat terus ditekan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kab.Demak dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional dan program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK). (Kesmas_Promkes PM)























