Workshop Nasional Penerapan PPI bagi ATLM Digelar di Demak, Tekankan Keselamatan dan Mutu Layanan Laboratorium

Dinkesda_Demak , 3 September 2025 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Yankes – Subid Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan Workshop Nasional Penerapan Kepatuhan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Kegiatan hari kedua ini berlangsung di Aula Labkesda Lantai III Demak dan diikuti oleh perwakilan ATLM dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) se-Kabupaten Demak, meliputi rumah sakit, puskesmas, klinik, Labkesda, hingga Unit Donor Darah (UDD).
Hadir sebagai narasumber, Solikin, S.Kep., Ns., M.K.M, yang menyampaikan materi terkait prinsip dan penerapan PPI yang sesuai dengan regulasi, khususnya Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman PPI di Fasyankes.
Workshop ini menegaskan bahwa pelayanan laboratorium memiliki risiko tinggi bagi tenaga kesehatan, khususnya ATLM, karena berhubungan langsung dengan spesimen pasien maupun lingkungan yang berpotensi infeksius. Oleh karena itu, penerapan praktik universal precautions, penggunaan alat pelindung diri (APD), kebersihan tangan, serta pengelolaan limbah medis menjadi fokus penting dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat.
Ketua Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Dinkesda Demak Wahyu Andriyanto, SKM, S.Kep., Ners., M.K.M menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“ATLM adalah garda terdepan dalam memastikan ketepatan diagnosis medis. Namun, mereka juga memiliki risiko tinggi terpapar infeksi. Dengan workshop ini, kami ingin menegaskan bahwa kepatuhan PPI bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan mendasar demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Narasumber Solikin, S.Kep., Ns., M.K.M juga menekankan pentingnya komitmen seluruh fasyankes dalam implementasi PPI.
“PPI bukan hanya soal kepatuhan administratif, melainkan bagian dari budaya kerja profesional. Dengan penerapan yang konsisten, mutu pelayanan akan meningkat, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan semakin kuat,” jelasnya.
Selain mendapatkan pengetahuan praktis, peserta workshop juga memperoleh SKP (Satuan Kredit Profesi) sebagai bentuk pengakuan resmi dari organisasi profesi atas keterlibatan dalam kegiatan ilmiah.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Demak berharap seluruh ATLM dapat menjadi agen perubahan di lingkup kerjanya masing-masing, sehingga penerapan PPI bisa berjalan lebih optimal, konsisten, dan berdampak nyata pada peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)


















