Dinkesda Demak dan RSUD Sunan Kalijaga Gelar Pertemuan Pasien TBC RO: Bangkitkan Semangat Sembuh, Cegah Penularan

Dinkesda_Demak, 17 Juli 2025 — Upaya menekan angka lost to follow up pada pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Pertemuan Pasien TBC RO: Semangat Pengobatan Sampai Sembuh” yang dilaksanakan di Poli TBC Resisten Obat RSUD Sunan Kalijaga, Kamis (17/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh:
- Direktur RSUD Sunan Kalijaga, dr. Aris Nugroho Kusuma, M.Kes,
- Tim Klinis TBC RSUD,
- Tim P2PM & PL Dinas Kesehatan Kab. Demak,
- dr. Mulyono Adji, Sp.P., FISR (dokter paru RSUD Sunan Kalijaga)
- Muhammad Yusuf, dari Yayasan ELSA Semarang,
- Tim Mentari Sehat Indonesia (MSI),
- serta pasien dan pendamping TBC RO.
Pertemuan ini merupakan forum edukasi sekaligus ruang motivasi yang ditujukan untuk:
- Menumbuhkan semangat dan optimisme pasien TBC RO dalam menyelesaikan pengobatan hingga sembuh.
- Mengedukasi keluarga dan kontak erat pasien agar bersedia menjalani terapi pencegahan TBC RO, terutama untuk kasus non XDR dan non Pre-XDR.
“Tantangan terbesar bukan hanya pada jenis obat, tapi pada semangat dan konsistensi pasien. Kegiatan ini adalah bentuk dukungan moral sekaligus strategi pencegahan penularan di komunitas,” ujar dr. Aris Nugroho Kusuma, M.Kes, dalam sambutannya.
Kegiatan berlanjut dengan pemaparan dr. Mulyono Adji, Sp.P., FISR mengenai terapi pencegahan pada kontak pasien TBC RO, serta sesi inspiratif dari Muhammad Yusuf yang memberikan dorongan moral dan semangat kepada para pasien agar tidak menyerah dan percaya bahwa TBC RO bisa sembuh dengan disiplin pengobatan.
“Kami ingin pasien tahu bahwa mereka tidak sendiri. Banyak yang sudah sembuh dan bisa menjalani hidup normal kembali. Kuncinya: semangat dan dukungan keluarga,” tutur Muhammad Yusuf, aktivis pendamping TBC RO.
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak berharap pertemuan semacam ini menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat pendekatan humanis dalam penanganan TBC RO dan memperluas cakupan terapi pencegahan kontak sebagai salah satu langkah utama memutus rantai penularan. (Kesmas_Promkes PM)


















