GENCAR LAKUKAN DEKONTAMINASI, SEKSI KKO DINKES DEMAK CEGAH KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) PENYAKIT PASCA BANJIR
Sofiyatun, S.KM.

F-KIKP_DINKES DEMAK. Bencana banjir menggenangi Kecamatan Karanganyar, dan sebagian Kecamatan Mijen dan Gajah berdampak terhadap situasi kesehatan masyarakat terdampak. Dampak yang di akibatkan dari banjir dapat berupa kerugian material, juga kerugian di bidang kesehatan. Kerugian material dapat berupa rusaknya rumah, hilangnya harta benda seperti matinya hewan peliharaan, rusaknya barang di rumah yang belum sempat diselamatkan, bahkan sebagian besar masyarakat yang terdampat berprofesi sebagai petani pun harus menelan kekecewaan dan kerugian pasca banjir karna rusak dan musnahnya hasil panen yang belum sempat di nikmati. Yang secara psikologis sangat berpengaruh terhadap mental juga psikologi pengungsi. Sedang di bidang kesehatan juga menghasilkan dampak yang sangat signifikan. (26-2-2024)
Secara kesehatan, selain mental karena sedih dan kekecewaan, masalah kesehatan menjadi perhatian yang tak kalah penting yang harus diperhatikan. Terutama penyakit yang ditimbulkan akibat pasca banjir, seperti Ispa, penyakit kulit, demam berdarah (DHF), Leptosprirosis, Diare dll, dimana beberapa penyakit yang ditimbulkan pasca banjir ini merupakan penyakit menular. Dimana jika tidak segera dilakukan penanganan akan berdampak lebih luas. Oleh karenanya Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melalui Bidang Kesmas kolaborasi Bidang P2P melakukan kegiatan Dekontaminasi secara marathon di beberapa desa terdampak.

Kabid Kesmas, Sri Puji Astuti, S.KM, M.Kes mengatakan Dekontaminasi adalah proses pembersihan suatu benda atau zat kimia untuk menghilangkan zat pencemar mikroorganisme atau bahan berbahaya termasuk bahan kimia, zat radioaktif, dan penyakit terjangkit yang dilakukan di wilayah terdampak banjir. Dekontaminasi yang dilaksanakan guna mencegah KLB ini, di wujudkan dengan fokus lingkungan sekitar dengan kegiatan Fogging, Kaporitisasi melalu penyemprotan lingkungan dan pembagian bubuk kaporit, juga dilakukan penyuluhan kesehatan sebelum dilaksanakan kegiatan dekontaminasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan maksud masyarakat tahu, mengerti dan faham mengapa kegiatan dekontaminasi perlu dilakukan pasca banjir.
Berikut daftar desa yang telah dilakukan kegiatan dekontaminasi :
1. Undaan Lor
2. Cangkring Rembang
3. Tuwang
4. Undaan Kidul
5. Karanganyar
6. Ngemplik
7. Jatirejo
8. Wonoketingal
9. Sambung
10. Sari
11. Mojosimo
12. Ngelo Wetan
13. Mlaten
14.Bakung
15. Wonorejo
16. Ketanjung
17. Cangkring B

Kegiatan yang dimotori oleh Kesmas Kolaborasi dengan P2P Dinkes Demak ini, juga bekerjasama dengan Bidang Kesmas utamanya Kesehatan Lingkungan, juga melibatkan 27 Puskesmas dan Palang Merah Indonesia (PMI). Dengan respon cepat yang dilakukan, diharapkan kejadian luar Biasa Pasca banjir dapat dicegah. Dan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti sedia kala dalam kondisi sehat dan bugar. Kata Kepala Dinas Kesehatan Kab. Demak, dr Ali Maimun, M.Kes (MIK_SDK DINKES)
























