Dinkesda Kabupaten Demak Perkuat Integrasi Sistem Logistik Program HIV dan TBC

Dinkesda_Demak – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Alur Permohonan Logistik Integrasi Aplikasi SMILE (Logistik) dengan Aplikasi SITB (Tuberkulosis) dan SIHA (HIV AIDS) pada Senin (2/2/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang CC Dinkesda Kabupaten Demak mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas program dan memastikan integrasi sistem pencatatan serta permohonan logistik berjalan sesuai alur yang telah ditetapkan. Integrasi aplikasi SMILE dengan SITB dan SIHA diharapkan mampu meningkatkan ketepatan perencanaan, ketersediaan, serta distribusi logistik program HIV dan TBC di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Kabupaten Demak.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Ketua Tim P2PM & PL, Ketua Tim Farmasi, petugas farmasi, petugas program HIV dan TBC, serta programmer HIV dan TBC dari 33 faskes, termasuk petugas farmasi dari seluruh faskes tersebut.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Heri Winarno, SKM, M.Kes menegaskan bahwa integrasi sistem logistik menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program penanggulangan HIV dan TBC.
“Integrasi antara aplikasi SMILE, SITB, dan SIHA harus dipahami dan dilaksanakan dengan alur yang sama oleh seluruh faskes. Tujuannya agar perencanaan kebutuhan logistik lebih akurat, tidak terjadi kekosongan obat, serta pelayanan kepada pasien HIV dan TBC dapat berjalan optimal,” tegasnya.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian alur permohonan logistik oleh petugas farmasi Dinkesda Kabupaten Demak, dilanjutkan dengan pemaparan teknis pencatatan dan permohonan logistik melalui aplikasi SIHA untuk program HIV serta aplikasi SITB untuk program TBC. Seluruh proses dipaparkan secara rinci agar dapat dipahami dan diterapkan secara seragam oleh petugas di faskes.
Sesi diskusi yang dipandu oleh Farida Kurniati, SF.Apt Ketua Tim Farmasi Dinkesda Kabupaten Demak berlangsung interaktif, membahas kendala teknis, sinkronisasi data, serta peran masing-masing petugas dalam proses permohonan dan validasi logistik.
Sementara itu, dalam arahan penutupnya, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dr. Haerudin menekankan pentingnya komitmen dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan sistem yang telah terintegrasi.
“Sistem yang baik harus diiringi dengan kepatuhan pelaksana. Dengan alur yang jelas dan peran yang terdefinisi, integrasi aplikasi ini diharapkan mampu mendukung efisiensi pengelolaan logistik serta menjamin ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan di faskes,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut (RTL), disepakati bahwa permohonan logistik pada aplikasi SIHA dan SITB dilakukan oleh programmer HIV dan TBC di faskes, kemudian divalidasi melalui aplikasi SMILE oleh petugas farmasi, serta permohonan logistik lanjutan dicatat melalui aplikasi SIMDIo oleh petugas farmasi.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang P2P melalui Tim P2PM & PL dan Bidang SDK melalui Tim Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, sebagai bagian dari penguatan tata kelola logistik kesehatan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel. (Kesmas_Promkes PM)


















