902. Dinkesda Demak Gelar Workshop CME Angkatan III Untuk Perkuat Deteksi Dini Ibu Dan Anak Di Tingkat Desa

Fasilitaror Eva Dwi Silviana Marinsa sedang menjelaskan bagaimana cara mengoperasikan aplikasi CME dengan semua fitur-fitur nya ke peserta
Dinkesda_Demak — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Kesehatan Masyarakat kembali melaksanakan Workshop Kader Cengkeraman Mata Elang (CME) Angkatan III, pada Jum’at, 5 Desember 2025 bertempat di Aula Lantai 2 SMP Negeri 3 Demak. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diikuti oleh kader dari 25 desa.
Workshop ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda, tim Kesga–Gizi Dinkesda, tim Fasilitator CME Demak dan perangkat desa, Kader KPM, Bidan Desa, serta Kader Mom & Baby Sniper dari 25 desa
Program Cengkeraman Mata Elang (CME) merupakan metode penguatan kemampuan kader dalam mendeteksi dini permasalahan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, bayi, dan balita melalui observasi cepat, analisis akurat, serta pelaporan responsif.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Puji Astutik, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa CME adalah salah satu strategi penting Dinas Kesehatan untuk memperkuat deteksi masalah kesehatan sejak level desa.
“Kader adalah garda terdepan. Dengan kemampuan observasi yang tajam seperti ‘mata elang’, kader diharapkan mampu mengenali risiko sejak awal dan segera melapor agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ungkapnya.
Materi workshop diberikan secara komprehensif oleh Tim Fasilitator CME Demak, meliputi teknik observasi lapangan, analisis situasi rumah tangga, penilaian tanda bahaya, hingga prosedur pelaporan kasus dalam jejaring kesehatan desa.
Programer Gizi Dinkesda Sri Chafidhotus Sakdanah, S.Gz menekankan bahwa pelatihan Angkatan III ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan.
“Pelatihan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi membentuk pola pikir kader agar lebih sigap, jeli, dan mampu mengambil keputusan awal saat menemukan kasus berisiko. Semakin banyak kader yang terlatih, semakin kuat sistem deteksi dini kita,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Fasilitator CME menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada peran aktif kader sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
“CME mengajarkan kader untuk tidak sekadar mencatat, tetapi menganalisis dan memahami prioritas. Kami ingin kader memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak,” ujar Dian Yulianti, S.ST .

Pelaksanaan Workshop CME Angkatan III merupakan rangkaian program Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dalam penguatan kapasitas kader untuk membantu percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta penurunan stunting melalui deteksi dini dan respon cepat di level desa.
Dinkesda memastikan bahwa pelatihan ini akan terus digelar secara berkelanjutan hingga semua desa memiliki kader dengan keterampilan CME yang memadai.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kesga Gizi Bidang Kesmas sebagai bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)


















