Dinkes Demak Gelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi 2025 di Yogyakarta

Dinkesda_Demak — Yogyakarta, 27–28 November 2025 Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi Tahun 2025 yang berlangsung selama dua hari di Hotel Satoria Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menilai capaian program imunisasi sepanjang tahun 2025 serta merumuskan langkah penguatan pelayanan imunisasi untuk tahun 2026.
Pertemuan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan dihadiri seluruh pemangku kepentingan bidang imunisasi di Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam memastikan seluruh bayi, baduta, anak usia sekolah, hingga wanita usia subur (WUS) mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal nasional menuju target Indonesia Sehat 2030.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, meliputi:
- Kepala Dinas Kesehatan
- Sekretaris Dinas
- Kepala Bidang P2P, Kesmas, SDK, dan Yankes
- Kasubbag Program
- Ketua Tim Surveilans & Imunisasi
- Ketua Tim P2PTM
- Ketua Tim P2M & PL
Selain itu, hadir pula seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Demak, pengelola cold chain, staf surveilans–imunisasi, serta koordinator imunisasi puskesmas.
Peserta yang hadir merupakan unsur kunci dalam rantai pelaksanaan layanan imunisasi, mulai dari perencanaan, distribusi logistik vaksin, hingga pelaporan capaian cakupan di lapangan.
Pertemuan menghadirkan narasumber dari:
- CHAI (Clinton Health Access Initiative) Indonesia
- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
- Helpdesk ASIK Jawa Tengah
Materi utama yang disampaikan mencakup:
- Kebijakan dan Indikator Imunisasi 2025–2029 (RIBK)
Narasumber menjelaskan arah kebijakan berdasarkan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK), termasuk indikator prioritas untuk peningkatan cakupan imunisasi rutin dan tambahan.
- Update Sistem Informasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku)
Dipaparkan perbaikan fitur ASIK untuk pelaporan imunisasi, integrasi data antar fasilitas, serta solusi kendala teknis yang ditemukan di lapangan.
- Strategi Penjangkauan Zero Dose
Materi menyoroti pentingnya penjangkauan anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali (zero dose), dengan pendekatan berbasis wilayah risiko dan penguatan jejaring lintas sektor.
Dalam sesi evaluasi, peserta melakukan telaah terhadap capaian indikator kinerja imunisasi, dengan fokus pada:
- Cakupan imunisasi dasar lengkap
- Pelaksanaan imunisasi BIAS
- Distribusi dan pemeliharaan cold chain
- Ketepatan dan kelengkapan pelaporan
- Kesiapan logistik serta respons terhadap outbreak penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
Identifikasi kekuatan dan tantangan lapangan kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi bertahap yang akan diterapkan mulai tahun 2026.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pencapaian program, namun juga meningkatkan mutu layanan imunisasi agar semakin merata dan inklusif di seluruh wilayah Demak.
Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Kabupaten Demak selaku pelaksana kegiatan menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki layanan imunisasi sebagai upaya melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
“Pertemuan ini bukan hanya evaluasi rutin, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi, memperbaiki sistem, dan memastikan tidak ada anak di Demak yang tertinggal imunisasinya,” ujar perwakilan tim.
Dengan kerja sama yang semakin padu antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan mitra pembangunan, Kabupaten Demak optimistis dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan berkontribusi pada keberhasilan target nasional imunisasi lengkap bagi seluruh sasaran. (Kesmas_Promkes PM)


















