Kabupaten Demak Bergerak Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV

Dinkesda_Demak — Upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) kembali ditegaskan melalui kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 yang digelar pada Senin, 24 November 2025 di Aula SMA Negeri 1 Demak. Kegiatan ini mengangkat tema nasional, “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV,” dan diikuti ratusan peserta lintas elemen pendidikan maupun kesehatan.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Subid P2PM dan PL Program HIV. Kegiatan menghadirkan peserta dari guru 147 sekolah, Pengelola Program HIV Puskesmas se-Kabupaten Demak, pendukung sebaya, KPA, serta Tim Program HIV Dinkes.
Dalam sambutannya, Programer HIV Nurbarokah, SKM Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menyampaikan bahwa sekolah memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam edukasi dan pencegahan HIV, sekaligus dalam membangun budaya anti-stigma di lingkungan pendidikan.
“Generasi muda harus mendapat informasi yang benar, komprehensif, dan bebas dari bias. Sekolah menjadi tempat paling aman untuk membangun pemahaman tersebut,” ujar Barokah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen lintas sektor, agar layanan HIV, termasuk deteksi dini, ARV, konseling, dan pendampingan sebaya, dapat terus berjalan berkelanjutan.
Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan:
- RSUD RAA Soewondo Pati, yang memberikan paparan tentang perkembangan layanan HIV, pentingnya deteksi dini, serta strategi menjaga keberlanjutan layanan di tengah perubahan kebijakan dan tantangan lapangan.
- KDS Rumah Matahari Kabupaten Pati, yang berbagi pengalaman nyata dalam mendampingi ODHIV, pentingnya empati, serta upaya konsisten untuk menghapus stigma melalui edukasi dan pendekatan kelompok dukungan sebaya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi interaktif, termasuk diskusi mengenai peran guru dalam memberikan edukasi kepada siswa, penanganan informasi keliru seputar HIV, serta penciptaan lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif bagi semua siswa.
HAS 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian komitmen pemerintah daerah dalam mendukung target nasional Eliminasi HIV-AIDS Tahun 2030. Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan organisasi masyarakat sipil, Kabupaten Demak berharap dapat mengurangi stigma sekaligus memperluas akses layanan HIV bagi masyarakat.
“Jika stigma dapat ditekan, maka akses layanan akan lebih mudah dijangkau, deteksi dini meningkat, dan kualitas hidup ODHIV pun akan lebih baik. Ini pekerjaan bersama, bukan hanya tugas sektor kesehatan,” tegas Nurbarokah, SKM
Kegiatan diakhiri dengan penegasan komitmen bersama bahwa upaya pencegahan dan penanganan HIV memerlukan kerja berkelanjutan, khususnya melalui edukasi sejak dini di lingkungan sekolah. Para guru dan tenaga pendidik diharapkan menjadi garda depan penyebaran informasi yang benar dan penerapan sikap non-diskriminatif terhadap ODHIV.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kabupaten Demak menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi perubahan sekaligus memastikan keberlanjutan layanan HIV agar tercapai masyarakat sehat, inklusif, dan bebas stigma. (Kesmas_Promkes PM)


















