Dinkes Demak dan Jepara Perkuat Kolaborasi Lintas Batas untuk Turunkan AKI dan AKB

Dinkesda_Demak – Jepara, 13 November 2025 – Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus digencarkan melalui penguatan koordinasi antar wilayah. Kamis (13/11), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara menggelar pertemuan koordinasi dan komunikasi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) lintas batas di Aula Dinkes Jepara.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Tim Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak serta Kabupaten Jepara, beserta tim teknis dari kedua daerah. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) yang telah dilakukan sebelumnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat sistem penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, khususnya di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang sering menghadapi keterbatasan. Dengan adanya kerja sama lintas batas, penanganan kasus dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat melalui alur rujukan yang jelas dan terintegrasi.
Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa meskipun berbagai upaya preventif telah dilakukan, kasus AKI dan AKB di wilayah Jawa Tengah, termasuk Demak dan Jepara, masih menunjukkan angka yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan strategi layanan yang berfokus pada pencegahan dan penanganan risiko dengan prinsip TEPAT — yakni Tanggung jawab, Empati, Peduli, Akurat, dan Tanggap.
Ketua Tim Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menyatakan bahwa penguatan koordinasi dan komunikasi ini menjadi langkah penting dalam mencegah keterlambatan penanganan kasus yang bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayi.
“Kolaborasi lintas batas bukan hanya pertukaran informasi, tetapi kesiapan bersama dalam memastikan layanan yang tersedia mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya.
Diharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan konkrit terkait alur layanan, respon cepat kejadian gawat darurat maternal dan neonatal, serta monitoring bersama untuk memastikan implementasi di lapangan. (Kesmas_Promkes PM)


















