Pembinaan Terpadu SPPG di Demak, Wujud Dukungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Indonesia Emas 2045

Dinkesda_Demak – Senin (22/9/2025), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak bersama lintas sektor melaksanakan kegiatan Pembinaan Terpadu Sentra Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) di SPPG Bintoro 1, 2, 3, dan 4, Kecamatan Demak. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional dalam rangka mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Dinas Kesehatan (P2PM, Kesling, dan Farmamin), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DINPMPTSP) yang membidangi perizinan SLHS, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan dampak lingkungan, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang melakukan sampling makanan dan minuman, serta tenaga kesehatan Puskesmas Demak I bersama petugas gizi. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh Koordinator SPPG Kecamatan Demak serta Kepala Dapur SPPG Bintoro 1 hingga 4.

Kegiatan pembinaan ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Melalui Program MBG, pemerintah berkomitmen untuk menekan angka gizi buruk dan stunting yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa melalui penyediaan makanan sehat di sekolah.
Dalam sambutannya, Programer Kesling Ahmad Zaerozi, S.KM, M.KL Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menegaskan bahwa pembinaan terpadu ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan pengelolaan pangan yang sehat, aman, dan sesuai dengan ketentuan. “Kami ingin memastikan bahwa kualitas dan kuantitas makanan serta minuman yang disajikan kepada masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan. Hal ini tidak hanya untuk mendukung kesehatan generasi muda, tetapi juga untuk menjamin keberlanjutan program makan bergizi gratis sebagai investasi jangka panjang bangsa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan DINPMPTSP yang menekankan pentingnya sinergi dalam proses perizinan usaha. “Kami berupaya menghadirkan sistem perizinan yang lebih sederhana, efektif, dan transparan. Dengan begitu, kegiatan usaha yang mendukung penyediaan pangan sehat ini bisa berjalan dengan lancar, terintegrasi, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi lingkungan, DLH menyoroti pentingnya pengelolaan limbah pangan agar kegiatan SPPG tetap berkelanjutan. “Kami memastikan setiap dapur SPPG dapat meminimalisir dampak lingkungan, sehingga masyarakat mendapatkan haknya atas lingkungan yang baik dan sehat,” tutur perwakilan DLH Kabupaten Demak.
Melalui pembinaan terpadu ini, SPPG di wilayah Kabupaten Demak diharapkan dapat menjadi model penyediaan pangan sehat yang tidak hanya memperhatikan aspek gizi, tetapi juga keamanan, legalitas usaha, dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama lintas sektor dalam mendukung suksesnya Program MBG yang diharapkan mampu memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Kesmas_Promkes PM)


















