Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Ikuti Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan Haji 2025

Dinkesda_Demak – Semarang – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah haji. Hal ini ditunjukkan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kesehatan Haji Tahun 2025 yang digelar oleh Subid Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten pada Senin (22/09/2025) di Hotel Metro Semarang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Kabid P2P, Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta dokter pemeriksa kesehatan haji dari 27 Puskesmas dan 6 rumah sakit. Selain itu, para pengelola program kesehatan haji/PIC RS juga turut hadir untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dalam evaluasi, dibahas secara komprehensif rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan haji yang telah dilaksanakan, mulai dari pendataan jemaah, pemeriksaan tahap 1 dan tahap 2, pembinaan kebugaran, evaluasi kesehatan jemaah dengan penyakit kronis, hingga penetapan Istitaah Kesehatan. Selain itu, pemberian vaksinasi, pengawalan kesehatan di Asrama Haji Donohudan Solo, pemeriksaan tahap 3, pemulangan jemaah, hingga pemantauan kesehatan jemaah haji sepulang dari Tanah Suci (K3JH) juga menjadi bagian penting yang dikaji.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dr. Ali Maimun, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan, “Melalui evaluasi ini, kita dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program kesehatan haji, sekaligus mencari solusi agar ke depan jemaah haji dari Kabupaten Demak benar-benar dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadahnya. Harapan besar kami, tidak ada jemaah yang mengalami masalah kesehatan serius, apalagi meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.”
Adapun tujuan utama dari evaluasi kesehatan haji tahun ini antara lain:
- Menyehatkan jemaah haji selama pelaksanaan ibadah.
- Memperbaiki kondisi kesehatan jemaah dengan penyakit kronis agar tetap mampu beribadah.
- Mencegah penularan penyakit melalui pemberian vaksinasi.
- Mengawal jemaah haji untuk memastikan kesiapan fisik dan kesehatan.
- Meminimalisir risiko kematian jemaah selama ibadah haji
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan haji di tahun-tahun mendatang, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan keagamaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. (Kesmas_Promkes PM)


















