VCT Mobile Sasar Populasi Kunci, Dinkesda Demak Dorong Skrining Dini HIV dan Sifilis

Dinkesda_Demak – Upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak. Melalui program VCT Mobile untuk Populasi Kunci, kegiatan skrining dini HIV dan sifilis digelar pada Rabu (17/9/2025) di Okade Café, dengan melibatkan berbagai unsur tenaga kesehatan, mitra organisasi, serta masyarakat sasaran.
Kegiatan ini diikuti oleh PP HIV Dinkesda Demak, Tim HIV Puskesmas Bonang I, SSR Fatayat NU, serta 15 populasi kunci yang menjadi sasaran utama. Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai HIV dan penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), kemudian dilaksanakan pemeriksaan HIV dan sifilis, serta pemberian PrEP kepada populasi kunci dengan hasil pemeriksaan non-reaktif HIV.
Total peserta sebanyak 15 populasi kunci, dan seluruh peserta mengakses layanan PrEP sebagai langkah pencegahan penularan HIV.
Nurbarokah, SKM dari Bidang P2P Subid P2PM & PL Program HIV Dinkesda Demak menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran populasi kunci akan pentingnya pencegahan. “Skrining sedini mungkin menjadi kunci dalam pengendalian HIV dan sifilis. Dengan VCT Mobile, layanan dapat lebih dekat dan mudah diakses oleh populasi kunci sehingga upaya pencegahan berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari SSR Fatayat NU yang turut serta mendukung kegiatan ini menyampaikan apresiasinya. “Kolaborasi lintas sektor dalam program ini sangat penting. Populasi kunci kini lebih berani melakukan pemeriksaan dan mengakses layanan pencegahan. Harapan kami, kegiatan semacam ini terus diperluas jangkauannya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap masyarakat, khususnya populasi kunci, semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan dini dan pencegahan HIV serta sifilis. Ke depan, program serupa akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari komitmen daerah dalam menekan angka penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. (Kesmas_Promkes PM)


















