Dinkesda Demak Gelar Workshop Nasional PPI untuk ATLM, Dorong Penguatan Mutu Pelayanan Laboratorium di Fasyankes

Dinkesda_Demak , 2 September 2025 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan (Yankes) menyelenggarakan Workshop Nasional Penerapan Kepatuhan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Kegiatan ini berlangsung di Aula Labkesda Lt. III Demak pada Selasa (2/9), dan merupakan hari pertama rangkaian workshop.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dengan dihadiri Kepala Bidang Yankes, Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan, serta perwakilan ATLM dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Kabupaten Demak, meliputi rumah sakit, puskesmas, klinik, Labkesda, dan Unit Transfusi Darah (UTD).
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan laboratorium sekaligus memperkuat implementasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Fasyankes. Sebagai tenaga kesehatan di lini diagnostik, ATLM memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya infeksi nosokomial melalui penerapan PPI yang konsisten sesuai standar nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dr. Ali Maimun, M.Kes dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini. “ATLM adalah garda terdepan dalam pelayanan diagnostik. Kepatuhan terhadap PPI bukan hanya kewajiban, melainkan komitmen moral untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh ATLM memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih kuat dalam penerapan PPI,” ujarnya.
Narasumber workshop, Bapak Solikin, S.Kep., Ns., M.K.M., juga menegaskan peran vital ATLM.
“Laboratorium adalah salah satu titik kritis dalam pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan. Dengan pemahaman teori yang kuat, keterampilan praktik yang baik, serta konsistensi dalam pelaksanaan PPI, maka risiko infeksi dapat ditekan seminimal mungkin,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta ATLM dari Puskesmas Wonosalam mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan. Kami jadi lebih paham bagaimana mengelola risiko infeksi dan memastikan keselamatan kerja di laboratorium,” ungkapnya.
Kegiatan workshop hari pertama ini berlangsung lancar, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan sesi praktik dan diskusi mendalam, sehingga diharapkan dapat menghasilkan SDM ATLM yang lebih kompeten dan berkomitmen dalam penerapan PPI di seluruh Fasyankes Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)


















