Dinkesda Demak Gelar Pendampingan Kelas Ibu Balita di Desa Banjarejo Guntur

Dinkesda_Demak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan keluarga terkait kesehatan anak, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Subid Kesga Gizi menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Kelas Ibu Balita di Pos Kesehatan Desa (PKD) Banjarejo, Kecamatan Guntur, pada Rabu (10/09/2025).
Kegiatan ini melibatkan Tim Kesga Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Tim Puskesmas Guntur 2, serta kader kesehatan Desa Banjarejo. Kehadiran IDAI Jawa Tengah menjadi poin penting karena ibu-ibu balita tidak hanya mendapat edukasi, tetapi juga pemeriksaan langsung dari dokter spesialis anak.
Dalam kelas ibu balita, para peserta didampingi untuk memahami kembali fungsi dan pemanfaatan optimal buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Melalui buku ini, orang tua diharapkan mampu mencatat pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin serta melakukan deteksi dini apabila terdapat gangguan kesehatan.
Katim Kesga Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Nurul Ari Windarti, S.Si.T, M.Kes. menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak. “Buku KIA bukan sekadar catatan, tetapi alat penting yang harus dimanfaatkan setiap orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak. Dengan pemanfaatan yang optimal, kita bisa lebih cepat mendeteksi adanya masalah kesehatan dan segera melakukan intervensi,” ujarnya.
Perwakilan IDAI Jawa Tengah juga menegaskan bahwa pendampingan ini sejalan dengan misi organisasi dalam memberikan pelayanan kesehatan anak yang komprehensif. “Kami hadir untuk mendukung pemerintah daerah, memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Demak mendapatkan pelayanan terbaik sejak dini. Pemeriksaan yang kami lakukan hari ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi keluarga,” ungkap salah satu dokter spesialis anak yang turut hadir.
Sementara itu, salah satu kader kesehatan Desa Banjarejo menyampaikan antusiasme warga mengikuti kelas ini. “Ibu-ibu merasa lebih percaya diri setelah mendapat pendampingan langsung. Mereka jadi tahu bagaimana membaca dan memanfaatkan buku KIA dengan benar, sekaligus mendapatkan penjelasan medis dari dokter spesialis,” tuturnya.
Kegiatan pendampingan kelas ibu balita ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan balita serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak. Dengan langkah ini, Kabupaten Demak semakin optimistis dalam menurunkan angka stunting dan mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (Kesmas_Promkes PM)


















