Dinkes Demak Gelar Monitoring dan Evaluasi PONED di Puskesmas Mijen 1 dan Karanganyar 2

Dinkesda_Demak – Rabu (3/9/2025), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Subid Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) kembali melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Mijen 1 dan Puskesmas Karanganyar 2.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda, serta melibatkan Kepala Puskesmas setempat, Tim Kesga Gizi Dinkesda, dan Tim PONED dari kedua Puskesmas.
Tujuan utama Monev adalah untuk memastikan bahwa layanan PONED di Puskesmas berjalan sesuai standar, efektif, serta efisien dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Demak. Evaluasi dilakukan meliputi aspek tenaga kesehatan, sarana prasarana, tata laksana pelayanan, hingga pencatatan dan pelaporan kasus kegawatdaruratan ibu hamil, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.
Dalam arahannya, Kepala Bidang Kesmas Dinkesda Sri Puji Astutik, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa PONED adalah layanan yang sangat vital.
“Monitoring ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa Puskesmas mampu memberikan respon cepat dan tepat terhadap kasus kegawatdaruratan. Dengan begitu, target penurunan angka kematian ibu dan bayi bisa kita capai bersama,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Mijen 1 menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan.
“Bagi kami, monev ini sangat membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelayanan. Hasil evaluasi akan kami tindaklanjuti sebagai bahan perbaikan mutu layanan PONED di Puskesmas,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Tim Kesga Gizi Dinkesda menambahkan bahwa keberhasilan program PONED sangat bergantung pada koordinasi semua pihak.
“Kami berharap komitmen bersama terus terjaga, sehingga pelayanan PONED benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya ibu hamil dan bayi baru lahir,” jelasnya.
Dengan adanya monitoring rutin ini, kualitas layanan PONED di Kabupaten Demak diharapkan semakin meningkat sehingga mampu menjawab tantangan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. (Kesmas_Promkes PM)


















