Refreshing Program IMS, Dinkesda Demak Tegaskan Komitmen Maksimalkan Pelayanan Sifilis

Dinkesda_Demak – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Program HIV AIDS, IMS, dan Hepatitis Bidang P2P kembali menyelenggarakan kegiatan Refreshing Program Infeksi Menular Seksual (IMS) pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Acara ini berlangsung pada Selasa (26/8/2025) di Café Lezat RSI NU Demak, dimulai pukul 09.00 wib hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh Katim P2PM dan PL, Tim HIV Dinkes, dr. Ridha selaku Spesialis Kulit dan Kelamin, serta para dokter tim HIV IMS dari fasyankes se-Kabupaten Demak.
Fokus utama pertemuan adalah evaluasi capaian program penanggulangan sifilis Semester I tahun 2025, termasuk kasus sifilis pada ibu hamil, populasi kunci, maupun populasi umum. Selain itu, peserta juga mendapatkan refreshing terkait tatalaksana sifilis, pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIHA, serta upaya memaksimalkan layanan sifilis di fasyankes.
Dalam sambutannya, Kepala Subid P2PM dan PL Bidang P2P Dinkesda Demak Tri Handayani, SKM, M.M. menekankan pentingnya keterpaduan pelayanan antara tenaga kesehatan dan sistem pencatatan.
“Penanganan sifilis tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan komitmen bersama agar pencatatan dan pelaporan bisa dilakukan secara real time, serta layanan kepada populasi kunci dan ibu hamil benar-benar maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Ridha, Spesialis Kulit dan Kelamin, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa deteksi dini dan tata laksana yang tepat merupakan kunci menekan kasus sifilis, terutama pada ibu hamil.
“Setiap tenaga kesehatan di fasyankes harus mampu memberikan layanan pertama yang optimal. Untuk ibu hamil dengan sifilis, segera lakukan rujukan agar mendapatkan penanganan yang sesuai standar,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak mendorong seluruh fasyankes untuk meningkatkan pencatatan dan pelaporan secara berkelanjutan, memperkuat layanan bagi populasi kunci di tingkat pertama, serta memastikan rujukan ibu hamil dengan sifilis berjalan efektif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran fasyankes dalam penanggulangan IMS, sehingga target eliminasi sifilis di Kabupaten Demak dapat segera tercapai. (Kesmas_Promkes PM)


















