Dinkesda Demak Gelar Monev Kader TBC Tahun 2025, Perkuat Peran Lapangan dalam Penanggulangan Tuberkulosis

Dinkesda_Demak — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang P2P Subid P2PM & PL (Program Tuberkulosis) melaksanakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kader Program Tuberkulosis Tahun 2025 pada Kamis (28/8/2025) bertempat di Aula Eks Keuangan Dinkesda Kabupaten Demak.
Kegiatan ini diikuti oleh Tim TBC Dinkesda serta Kader TBC Mentari Sehat Indonesia Demak. Pertemuan rutin ini menjadi wadah koordinasi terkait pelaksanaan program TBC baik dari aspek lapangan maupun data pencatatan dan pelaporan.
Adapun rangkaian kegiatan mencakup:
- Pemaparan analisis situasi TBC Kabupaten Demak.
- Evaluasi hambatan kader saat bertugas di lapangan.
- Pembahasan pelaksanaan dan pencatatan Investigasi Kontak (IK).
- Validasi data IK melalui sistem SITK dan SITB.
- Croschek data penemuan kasus TBC di luar Kabupaten Demak untuk ditindaklanjuti dengan investigasi kontak, pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi suspek, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi hasil negatif.
“Kader merupakan ujung tombak program TBC. Mereka turun langsung ke masyarakat untuk menemukan suspek, mendampingi pasien, sekaligus memastikan keberhasilan pengobatan. Monev ini kami lakukan secara rutin untuk menjaga konsistensi data dan kualitas penanganan TBC,” ujar Katim P2PM & PL Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Tri Handayani, SKM, M.M. .
Sementara itu, salah satu kader TBC dari Mentari Sehat Indonesia Demak menyampaikan bahwa pendampingan seperti ini sangat membantu dalam mengatasi tantangan di lapangan.
“Kami sering menghadapi kendala seperti keterbatasan pemahaman masyarakat tentang TBC dan stigma sosial terhadap pasien. Dengan adanya forum monev, kami bisa berbagi pengalaman, mencari solusi bersama, serta mendapat arahan teknis agar kerja kami lebih efektif,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Demak semakin optimal, terutama dalam memperkuat investigasi kontak, validasi data, dan pendampingan pasien, sehingga dapat berkontribusi nyata pada penurunan kasus TBC di daerah. (Kesmas_Promkes PM)


















