Dinkesda Demak Dampingi Kelas Ibu Balita di Desa Banyumeneng, Perkuat Peran Keluarga dalam Pemantauan Kesehatan Anak

Dinkesda_Demak – Upaya meningkatkan kesehatan anak terus dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Pada Rabu (20/8/2025), melalui Subid Kesga Gizi, Dinkes Demak bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, serta tim Puskesmas Mranggen 3 melaksanakan Pendampingan Kelas Ibu Balita di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen. Kegiatan berlangsung di kediaman bidan desa setempat mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Turut hadir dalam pendampingan ini Tim Kesga Gizi Dinkes, IDAI Jawa Tengah, Programer Anak Puskesmas Mranggen 3, serta Kader Anak Puskesmas Mranggen 3.
Kelas Ibu Balita ini difokuskan pada penguatan penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Melalui pendampingan, para ibu diajak memahami cara mencatat tumbuh kembang balita, pentingnya pemantauan gizi, serta langkah pencegahan penyakit pada anak.
“Buku KIA bukan sekadar buku catatan, tapi panduan penting bagi orang tua dalam memantau kesehatan anak. Dengan pemanfaatan optimal, keluarga bisa lebih sadar akan tumbuh kembang balita dan segera mengambil tindakan bila ada masalah kesehatan,” jelas Katim Kesga Gizi Dinkes Demak Nurul Ari Windarti, S.Si.T, M.Kes. .
Perwakilan IDAI Jawa Tengah juga menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengawal tumbuh kembang anak.
“Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Melalui kelas ini, kami ingin menguatkan peran keluarga agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan balita,” ujarnya.
Sementara itu, Programer Anak Puskesmas Mranggen 3 menyampaikan bahwa keberadaan kader kesehatan menjadi ujung tombak dalam mengawal program di masyarakat.
“Kader adalah mitra penting kami. Dengan adanya pendampingan ini, kader bisa semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada ibu-ibu balita,” ungkapnya.
Dengan pendampingan ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran keluarga di Desa Banyumeneng meningkat, sehingga dapat menunjang pencapaian indikator kesehatan anak, sekaligus menekan risiko gizi buruk maupun stunting. (Kesmas_Promkes PM)


















