FGD Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon, Dinkesda Demak Perkuat Upaya Tekan AKI & AKB

Dinkesda_Demak, 30 Juli 2025 – Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak. Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Sub Kesehatan Keluarga dan Gizi, digelar Forum Group Discussion (FGD) Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon (AMP-SR) pada Rabu, 30 Juli 2025, bertempat di Hotel Amantis Demak mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan kesehatan, antara lain:
- Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Demak
- dr. dr. Ratna Dwi, MSi, Sp.OG, Subsp Obginsos
- Tim Pengkaji AMP-SR Kabupaten
- Ketua Tim Kesehatan Keluarga & Gizi
- Ketua Tim Surveilans & Imunisasi
- Ketua Tim Takelfasmut
- Tim Kesga Gizi Dinkes Demak
Kehadiran tim lintas bidang ini menunjukkan komitmen kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kasus kematian ibu, bayi, dan balita di Kabupaten Demak.
FGD Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon ini diarahkan untuk:
- Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
- Mengurangi AKI/AKB
- Mengidentifikasi faktor risiko
- Menganalisis kasus kematian
- Mengembangkan strategi pencegahan
- Meningkatkan keselamatan ibu dan balita
Salah satu resolusi yang ditekankan dalam forum ini adalah memaksimalkan kualitas komunikasi dan koordinasi antara puskesmas dengan rumah sakit, agar penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal dapat lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Kabid Kesmas Dinkesda Demak Sri Puji Astutik, SKM, M.Kes menegaskan pentingnya evaluasi bersama melalui forum ini.
“Setiap kematian ibu, bayi, dan balita harus kita jadikan pembelajaran berharga. Melalui audit ini, kita bisa mengetahui faktor penyebab, kelemahan pelayanan, hingga celah koordinasi. Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita bisa melakukan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Sementara itu, dr. dr. Ratna Dwi, MSi, Sp.OG, Subsp Obginsos menambahkan:
“Diskusi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menemukan solusi. Kita ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan, baik di tingkat dasar maupun rujukan, berjalan dengan sistem yang lebih responsif dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi,” ujarnya.
Melalui forum ini, Dinas Kesehatan Daerah berharap akan terbangun sistem surveilans respon maternal perinatal yang lebih kuat, sehingga angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Demak dapat terus ditekan.
“Kami berkomitmen memperkuat koordinasi lintas program dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan kerjasama semua pihak, InsyaAllah upaya menurunkan AKI dan AKB bisa lebih efektif,” pungkas Kabid Kesmas.(Kesmas_Promkes PM)


















