Demak Perkuat Kolaborasi Puskesmas, Klinik, dan TPMD dalam Penanggulangan TBC

Dinkesda_Demak, 30 Juli 2025 – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan primer, khususnya penanggulangan Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik Pratama dan TPMD Tahun 2025. Acara berlangsung pada Rabu (30/7) di Ruang Ballroom Wakil Bupati Lantai I.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Ibu Dian Arisanti, S.Si., Apt., MH.Kes, Ketua Tim Yankes Primer, Tim Yankes Primer, perwakilan Klinik se-Kabupaten Demak, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Demak, serta Puskesmas se-Kabupaten Demak.
Sebagai narasumber, hadir Bapak Karjono, S.K.M., M.M. (Ketua Tim Penyakit Tidak Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak) bersama Ibu Nur Faizah, S.Tr.Keb yang memberikan penguatan teknis.
Dalam arahannya, Ibu Dian Arisanti menekankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas, Klinik, dan TPMD dalam mendukung program kesehatan daerah. Sementara itu, para narasumber memberikan pembinaan teknis yang menekankan beberapa poin penting, antara lain:
- Klinik/TPMD yang belum memiliki akun SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis) wajib mendaftar melalui Puskesmas Jejaring dan membuat MOU Jejaring layanan TBC, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
- Klinik/TPMD yang sudah ber-MOU dan memiliki akun SITB diwajibkan mengirimkan minimal 2 sampel suspek TBC setiap bulan.
- Seluruh laporan pengiriman suspek TBC harus dimasukkan melalui akun SITB masing-masing.
- Sampel dahak suspek TBC dikemas sesuai standar untuk menghindari kebocoran, disertai formulir TB 05 (permohonan pemeriksaan laboratorium TCM), lalu dititipkan ke Puskesmas Jejaring dan di-pick up oleh PT. POS untuk dikirim ke faskes pemeriksa TCM.
- Hasil pemeriksaan TCM yang sudah keluar menjadi dasar bagi Klinik/TPMD untuk segera menghubungi pasien suspek TBC guna penegakan diagnosis dan memulai pengobatan, baik di Puskesmas maupun langsung di Klinik/TPMD.
- Logistik program TBC seperti pot dahak dan obat anti-tuberkulosis (OAT) dapat diakses Klinik/TPMD melalui Puskesmas Jejaring sesuai MOU.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak ingin memastikan bahwa program penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab Puskesmas, tetapi juga menjadi bagian penting dari peran Klinik Pratama dan TPMD.
“Dengan kolaborasi jejaring ini, diharapkan deteksi dini TBC semakin meningkat, pengobatan berjalan tepat waktu, dan eliminasi TBC di Kabupaten Demak bisa tercapai sesuai target nasional,” ujar Bapak Karjono dalam paparannya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat jejaring layanan kesehatan primer di Kabupaten Demak, memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan TBC yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus mengawal sinergi antara Puskesmas, Klinik, dan TPMD demi tercapainya Demak Sehat dan Bebas TBC. (Kesmas_Promkes PM)


















