Wujudkan Pelayanan Ramah Anak, Dinkes Demak Gelar Monev Puskesmas Layak Anak

Dinkesda_Demak, 22 Juli 2025 – Dalam upaya mendukung pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Subid Kesehatan Keluarga dan Gizi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Puskesmas Layak Anak bertempat di Puskesmas Bonang 1.
Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.30 – 10.30 WIB, dengan melibatkan Tim Kesga Gizi Dinas Kesehatan serta jajaran petugas Puskesmas Bonang 1.
Kegiatan Monev ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kesiapan puskesmas dalam menyediakan pelayanan yang ramah anak, baik dari sisi sarana prasarana, data pelayanan, hingga pendekatan terhadap anak dan keluarga.
Dengan evaluasi rutin ini, diharapkan kualitas pelayanan terhadap bayi, balita, dan anak-anak semakin meningkat dan sesuai dengan prinsip perlindungan hak anak dalam pelayanan kesehatan.
Katim Kesga Gizi, Nurul Ari Windarti, S.SiT, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada akreditasi atau indikator KLA, tetapi lebih pada pembiasaan pola layanan yang menghargai hak-hak anak.
“Anak-anak adalah kelompok rentan yang harus mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Puskesmas sebagai lini terdepan harus siap menjadi tempat yang ramah anak, tidak hanya dari fasilitas tapi juga sikap petugas,” ungkap salah satu petugas Kesga Gizi.
Pihak Puskesmas Bonang 1 juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan yang membangun. “Kami siap memperbaiki dan meningkatkan fasilitas serta pelayanan, agar anak-anak merasa aman dan bahagia saat berobat atau berkonsultasi di puskesmas,” ujar salah satu perwakilan puskesmas.
Puskesmas Ramah Anak adalah bagian penting dalam indikator Kabupaten Layak Anak. Maka, kolaborasi antar-sektor dan pembinaan rutin seperti ini akan memperkuat komitmen daerah dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh anak.
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak terus mendorong seluruh puskesmas untuk:
1. Menyediakan ruang bermain yang aman dan edukatif,
2. Menyediakan pojok laktasi dan ruang menyusui,
3. Menyusun SOP pelayanan kesehatan anak yang berpihak pada tumbuh kembang optimal,
4. Meningkatkan kompetensi petugas dalam pendekatan anak.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah nyata dalam membangun pelayanan kesehatan yang inklusif, responsif, dan berpihak pada hak-hak anak. “Karena setiap anak berhak mendapatkan pelayanan terbaik—sehat, nyaman, dan penuh cinta.”(Kesmas_Promkes PM)


















