Monev GRABB Jentik di Sumberejo: Kolaborasi Warga dan Pemerintah Tekan Kasus DBD

Dinkesda_Demak, Mranggen, 18 Juli 2025 — Dalam upaya berkelanjutan menekan angka kesakitan dan kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim P2PM & PL melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Gerakan Bersama Berantas Jentik (GRABB Jentik) di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Jumat pagi (18/7).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain:
- Ketua Tim P2PM Dinkesda Demak
- Palang Merah Indonesia (PMI)
- Fatayat NU Kecamatan Mranggen
- Tim Puskesmas Mranggen I
- Kepala Desa dan Perangkat Desa Sumberejo
Desa Sumberejo dikenal sebagai salah satu desa endemis DBD, dengan catatan kasus yang muncul hampir setiap tahun serta tingginya permintaan fogging. Namun, berkat pelaksanaan GRABB Jentik, perubahan signifikan mulai terlihat.
“Hasil monitoring hari ini menunjukkan bahwa gerakan GRABB Jentik berjalan efektif. Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 90%, kasus DBD menurun, dan yang paling penting adalah semangat kader dan dukungan pendanaan dari pemerintah desa,” jelas Ketua Tim P2PM Tri Handayani, SKM, M.Kes.
Gerakan ini mengedepankan partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan kader untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap jentik nyamuk di lingkungan rumah warga. Selain itu, kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti Fatayat NU dan PMI memperkuat jejaring sosial dalam pemberantasan DBD secara partisipatif.
“Kunci keberhasilan ada pada konsistensi dan gotong royong. GRABB Jentik bukan hanya program kesehatan, tapi juga gerakan sosial yang menyatukan semua elemen,” ujar perwakilan Fatayat NU Mranggen dalam sesi diskusi. (Kesmas_Promkes PM)


















