Cegah Wabah, Dinkesda Demak Gelar Sosialisasi Penyakit Potensial KLB/Wabah dan PD3I kepada Kader Kesehatan

Dinkesda_Demak, 7-11 Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit potensial KLB/wabah dan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kerja Surveilans melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyakit Potensial KLB/Wabah dan PD3I kepada Kader Kesehatan. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 7-11 Juli 2025, di lima lokasi berbeda yaitu Balai Desa Babalan, Wringinjajar, Ngelowetan, Kembangan, dan Mojodemak.
Sosialisasi ini diikuti oleh:
- Tim Kerja Surveilans Dinkesda Kab. Demak
- Perangkat desa di masing-masing lokasi
- Petugas Puskesmas wilayah terkait
- Kader Kesehatan dari 11 desa di Kabupaten Demak
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader dan masyarakat tentang penyakit potensial KLB/wabah seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Japanese Encephalitis (JE), dan Chikungunya, yang pada tahun 2025 ini mengalami peningkatan kasus di beberapa wilayah di Kabupaten Demak.
Dalam kesempatan ini, disampaikan materi tentang gejala penyakit, cara pencegahan, deteksi dini, serta penanggulangan cepat bila terjadi KLB di wilayah masing-masing. Selain itu, kader juga dibekali informasi mengenai PD3I seperti campak, difteri, dan tetanus, beserta pentingnya imunisasi lengkap bagi balita.
Ketua Tim Kerja Surveilans Dinkesda Demak, Darto Wahab, S.Kep,Ners menyampaikan bahwa kader memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini penyakit dan menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan di tingkat desa.
“Tahun ini kasus DBD dan penyakit menular lainnya mulai mengalami peningkatan. Kita harus bergerak bersama, lintas sektor, dibantu kader kesehatan di desa untuk melakukan langkah pencegahan dan pelaporan cepat bila ditemukan gejala,” ungkapnya.
Dengan kegiatan ini diharapkan kader kesehatan desa dapat meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta aktif dalam edukasi dan pencegahan penyakit menular di lingkungannya masing-masing, sehingga potensi wabah dapat ditekan sejak dini.


















