Audit Kematian DBD di RSUD Sultan Fatah: Langkah Nyata Cegah Kematian yang Bisa Dicegah
Dinkesda_Demak, 24 Juni 2025 – Bertempat di Aula RSUD Sultan Fatah, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Tular Vektor & Zoonosis menyelenggarakan Pertemuan Audit Kematian Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kasus kematian akibat DBD secara mendalam, dengan melibatkan lintas profesi dan lintas sektor dalam sistem layanan kesehatan.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibuka oleh Direktur RSUD Sultan Fatah, dilanjutkan sambutan dari Ketua Tim P2PM dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Hadir sebagai narasumber utama, dr. MM Dwi Endang Apriani Harry Hapsari, Sp.A(K), yang memaparkan aspek klinis dan teknis penanganan kasus DBD secara komprehensif. Dalam audit ini hadir diantaranya :
- Direktur RSUD Sultan Fatah
- Tim P2PM Tular Vektor & Zoonosis – Dinkes Kab. Demak
- dr. MM Dwi Endang Apriani Harry Hapsari, Sp.A(K)
- Tim Medis DBD RSUD Sultan Fatah (dokter spesialis anak, UGD, dll.)
- Puskesmas Karangawen II
- Puskesmas Sayung II
Dalam kegiatan ini, dilakukan paparan hasil audit terhadap salah satu kasus kematian DBD yang terjadi di wilayah Kabupaten Demak. Paparan tersebut disampaikan oleh tim medis RSUD Sultan Fatah dan tim surveilans dari puskesmas terkait, yaitu Puskesmas Karangawen II dan Puskesmas Sayung II, mencakup kronologi kejadian, penanganan kasus, serta hasil investigasi epidemiologi.
Kegiatan ini juga menghadirkan diskusi terbuka yang membahas langkah-langkah perbaikan ke depan, mulai dari peningkatan deteksi dini, perbaikan sistem rujukan, edukasi keluarga pasien, hingga pencatatan rekam medis yang lebih presisi.
“Audit kematian ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi menjadi wadah evaluasi bersama untuk memperkuat sistem layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan DBD. Tujuannya jelas: agar kematian yang bisa dicegah, benar-benar bisa dicegah,” ujar Katim P2PM & PL Ibu Tri Handayani, S,KM., MM dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Audit ini diharapkan menjadi titik awal untuk penyusunan langkah-langkah perbaikan sistem yang lebih terintegrasi antara rumah sakit dan puskesmas, serta meningkatkan kompetensi dan respons tenaga medis terhadap kasus-kasus DBD yang memerlukan intervensi cepat dan cepat.Pungkasnya(Kesmas_Promkes PM)


















