SPELING 7 Hari Berturut-turut Digelar di Wilayah Bonang dan Sayung: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelayanan Kesehatan Pasca Banjir

Dinkesda_Demak – Demak, 11 Juni 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan Daerah menggulirkan program SPELING (Spesialis Keliling) selama tujuh hari berturut-turut di wilayah terdampak banjir, yakni Kecamatan Bonang dan Kecamatan Sayung. Program ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Gubernur Jawa Tengah guna mempercepat pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat pasca-bencana.
Kegiatan koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan SPELING dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025, bertempat di Puskesmas Sayung 1 dan RSUD Sunan Kalijaga. Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur lintas sektor, antara lain: Kepala Puskesmas Sayung 1, Ketua Tim Lanjutan Yankes, Humas RSUD Sunan Kalijaga, serta Kepala Desa dari wilayah Sriwulan dan Purworejo. Perwakilan dari Puskesmas Bonang 1 dan tim teknis lainnya juga turut berpartisipasi dalam penyusunan teknis pelaksanaan.
Program SPELING akan dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut, mulai Kamis, 12 Juni hingga Rabu, 18 Juni 2025, dengan menjangkau enam desa yang telah terkonfirmasi sebagai lokasi pelayanan. Masih terdapat satu desa yang dalam proses finalisasi penentuan lokasi. Kegiatan ini melibatkan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Sunan Kalijaga, RS Provinsi Jawa Tengah, dan RSI NU Demak.
Jadwal Pelaksanaan SPELING:
- Kamis, 12 Juni: Desa Purworejo, Bonang (RSUD Sunan Kalijaga & RS Provinsi)
- Jumat, 13 Juni: Desa Sayung, Sayung (RS Provinsi)
- Sabtu, 14 Juni: Desa Sriwulan, Sayung (RS Provinsi)
- Minggu, 15 Juni: Libur
- Senin, 16 Juni: Desa Karangrejo, Bonang (RS Provinsi)
- Selasa, 17 Juni: (Masih dalam proses penentuan lokasi)
- Rabu, 18 Juni: Desa Weding, Bonang (RSI NU Demak & RS Provinsi)
Program SPELING hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan spesialistik yang seringkali terbatas di wilayah terdampak bencana. Selain itu, kehadiran dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat bertujuan mempercepat diagnosis, pengobatan, dan pemulihan warga yang terdampak banjir.
“Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjamin hak kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang terkena dampak bencana. Dengan adanya SPELING, pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, dekat, dan merata,” ungkap Katim pelaksana Yankes Lanjutan Mohamad Tamsir, SST., S.Kep Ners
.Kolaborai erat antara fasilitas kesehatan, pemerintah desa, dan rumah sakit rujukan menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini. Diharapkan, langkah ini menjadi contoh model penanganan kesehatan berbasis kolaborasi lintas sektor di masa depan. Pungkasnya(Kesmas_Promkes PM)


















