Dinkesda Demak Intens Dalam Penanganan DBD Melalui Pertemuan Audit Kematian Demam Berdarah Dengue

Fasilitator sedang menerangkan materi audit Kasus DBD ke Peserta Audit
Dinkesda_Demak- Pada Hari Rabu, Tanggal 28 Mei 2025, Pkl 08.00 WIB – Selesai dan bertempat di Aula RSI NU Demak Melaksanakan kegiatan Pertemuan Audit Kematian Demam Berdarah Dengue. Kegiatan yang di selenggarakan oleh Bidang P2P Tim P2PM Tular Vektor & Zoonosis dihadiri oleh :
- Tim P2PM Penyakit Tular Vektor & Zoonosis
- Plt. Subkoor P2PM Dinkes Prov Jateng (Heri Purnomo, S.K.M,M.Kes)
- Dokter Spesialias Anak (dr. MM Dwi Endang Apriani Harry Hapsari, Sp.A(K))
- Dokter Spesialis Anak RSI NU Demak (dr. Catharina Rini Pratiwi, Sp.A)
- Tim RSI NU Demak
- Puskesmas Wedung II
- Puskesmas Bonang II
- Puskesmas Dempet
Serangkaian acara pertemuan audit kematian demam berdarah dengue di RSI NU Demak di Buka Oleh Kabid P2P Dinkesda Demak Bapak Heri Winarno, S.KM, M.Kes di lanjutkan Paparan Kasus kematian dan Penyelidikan Epidemiologi kasus Demam Berdarah oleh Tim Puskesmas dan Tim dari RSI NU. Acara di lanjutkan dengan Paparan dari Narasumber pertemuan dan di lanjutkan sesi Diskusi tanya jawab peserta. Kemudian acara di lanjutkan dengan paparan dari Tim Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan dari Tim Kerja Arbovirosis Kemenkes.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:
- Evaluasi dan Analisis Kasus Kematian DBD
- Mengkaji secara menyeluruh setiap kasus kematian akibat DBD untuk mengetahui penyebab langsung dan tidak langsung.
- Menilai faktor risiko, keterlambatan penanganan, serta kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien.
- Identifikasi Kesenjangan Sistem
- Mengidentifikasi kelemahan dalam sistem surveilans, deteksi dini, pelaporan, rujukan, dan penatalaksanaan kasus.
- Menemukan hambatan dalam koordinasi antar fasilitas layanan kesehatan, dinas kesehatan, dan masyarakat.
- Perbaikan Strategi Pencegahan dan Penanggulangan
- Merumuskan rekomendasi strategis untuk mencegah kematian serupa di masa depan.
- Meningkatkan kualitas program pengendalian DBD melalui intervensi yang lebih efektif.
- Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan
- Memberikan umpan balik dan pembelajaran kepada tenaga kesehatan mengenai penatalaksanaan kasus DBD yang sesuai standar.
- Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap kasus DBD berat.
- Penguatan Komitmen Lintas Sektor
- Menguatkan kolaborasi antara sektor kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengendalian DBD.
- Menjadi dasar advokasi untuk peningkatan sumber daya dalam penanganan DBD.
- Pelaporan dan Dokumentasi
- Mendokumentasikan hasil audit sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan dan pertanggungjawaban publik.
Dengan giat audit ini, diharapkan masalah DBD yang muncul dapat diidentifikasi baik penyebab maupun faktor pendukungnya, sehingga langkah-langkah strategis apa yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah yang ada. (Kesmas_Promkes PM)


















